Kuburan Massal 129 Pria Ditemukan di Austria, Diduga Jejak Pertempuran Romawi yang Hilang dari Sejarah
Wina, Austria – Misteri kuburan massal Romawi di Austria semakin menarik perhatian setelah penelitian terhadap puluhan kerangka menunjukkan bahwa orang-orang tersebut kemungkinan tewas dalam sebuah peristiwa kekerasan besar sekitar 1.800–1.900 tahun lalu.
Kuburan massal itu ditemukan di Hasenleitengasse, dekat Wina modern yang pada masa Romawi berada di sekitar kawasan Vindobona. Sedikitnya 129 individu telah diidentifikasi dan mayoritas merupakan pria muda.
Yang membuat temuan ini luar biasa adalah adanya berbagai luka akibat senjata.
Kuburan Massal Romawi di Austria Simpan Luka Mengerikan
Analisis terhadap kerangka menunjukkan banyak korban mengalami trauma akibat pedang, benda tumpul, dan proyektil.
Para peneliti juga menemukan konsentrasi luka di sekitar bagian panggul.
Pada salah satu kerangka, bukti pertempuran bahkan masih berada di tempatnya: sebuah mata tombak ditemukan tertanam di wilayah pinggul.
Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai kekerasan yang terjadi ketika para korban masih hidup.
Sedikitnya 129 Pria Muda
Kuburan tersebut berbeda dari pemakaman Romawi biasa.
Jenazah ditemukan dalam kondisi yang menunjukkan penguburan massal dan tidak teratur. Barang-barang kubur yang biasanya membantu arkeolog memahami identitas seseorang juga tidak ditemukan dalam jumlah berarti.
Kondisi itu mengarah pada kemungkinan bahwa jenazah dikuburkan dengan cepat setelah suatu peristiwa besar.
Penanggalan menempatkan mereka sekitar abad pertama atau kedua Masehi.
Pertempurannya Tidak Tercatat?
Inilah bagian paling misterius.
Para peneliti mempertimbangkan kemungkinan para korban merupakan bagian dari konflik militer Romawi, termasuk peperangan yang melibatkan kelompok-kelompok Germanik seperti Marcomanni.
Namun, belum ada catatan sejarah yang secara pasti menyebut sebuah pertempuran besar terjadi tepat di lokasi penemuan tersebut.
Karena itu, kuburan massal tersebut mungkin menyimpan bukti sebuah episode kekerasan yang tidak tercatat dengan jelas dalam sumber sejarah yang bertahan hingga sekarang.
DNA Ungkap Mereka Berasal dari Berbagai Wilayah
Penelitian awal terhadap DNA 25 individu memberikan petunjuk lain.
Para korban menunjukkan asal-usul yang beragam dari berbagai bagian Kekaisaran Romawi, termasuk Semenanjung Italia, Eropa utara dan timur, serta kawasan Mediterania timur.
Keragaman tersebut cocok dengan karakter militer Romawi yang dapat merekrut atau menempatkan pasukan dari berbagai wilayah kekaisaran.
Meski demikian, ilmuwan belum memastikan apakah seluruh korban merupakan tentara Romawi atau terdapat kelompok lain di antara mereka.
Wina Modern Berdiri Dekat Vindobona
Pada masa Romawi, Vindobona merupakan pusat militer penting di sepanjang perbatasan utara Kekaisaran Romawi.
Wilayah tersebut berada dekat sistem pertahanan Danube yang memisahkan teritori Romawi dari berbagai kelompok di luar kekaisaran.
Konflik memang terjadi di kawasan tersebut.
Namun, kuburan massal Romawi di Austria memberikan bukti fisik yang memungkinkan ilmuwan mempelajari kekerasan pada masa itu langsung melalui tubuh para korbannya.
Ilmuwan Masih Membongkar Misterinya
Penelitian berikutnya akan mencoba mengungkap kesehatan, pola makan, asal geografis, hingga kemungkinan hubungan antarindividu yang dikuburkan bersama.
DNA dan analisis isotop juga berpotensi membantu menentukan apakah mereka merupakan satu unit militer atau kumpulan orang dari kelompok berbeda.
Untuk saat ini, 129 kerangka tersebut menghadirkan sebuah teka-teki besar.
Hampir dua milenium setelah mereka tewas, kuburan massal Romawi di Austria mungkin menjadi bukti sebuah pertempuran brutal yang kisah lengkapnya tidak pernah masuk ke buku sejarah.