“Menara Air Asia” Kehilangan 24 Miliar Ton Air Tanah Setiap Tahun, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar
0 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

Asia – Kondisi cadangan air tanah Asia menjadi perhatian setelah penelitian terbaru menemukan penyusutan sekitar 24,2 miliar ton per tahun di kawasan High Mountain Asia.

Wilayah pegunungan tersebut mencakup sistem pegunungan dan dataran tinggi yang memasok air bagi pertanian, kota, serta ekosistem di lebih dari selusin negara di kawasan hilir. Karena perannya yang sangat besar, kawasan itu sering disebut sebagai Asian Water Tower atau Menara Air Asia.

Penelitian dipimpin oleh tim dari Aerospace Information Research Institute, Chinese Academy of Sciences. Para ilmuwan memanfaatkan penginderaan jauh untuk mempelajari perubahan cadangan air tanah selama sekitar dua dekade.

Cadangan Air Tanah Asia Menyusut Drastis

Angka kehilangan yang ditemukan tergolong besar.

Peneliti memperkirakan cadangan air tanah High Mountain Asia berkurang sekitar 24,2 miliar ton setiap tahun. Beberapa penurunan paling serius terjadi pada kawasan pertanian yang mempunyai populasi padat.

Air tanah merupakan cadangan penting ketika pasokan dari sungai atau hujan tidak mencukupi.

Jika pengambilannya berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan alam mengisinya kembali, persediaan tersebut akan terus menyusut.

Satelit Membantu Melihat Air yang Tersembunyi

Meneliti air tanah di pegunungan Asia bukan pekerjaan sederhana.

Medannya sangat luas dan kompleks, sementara data pengamatan langsung di lapangan terbatas. Tim penelitian menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk mengatasi persoalan tersebut.

Data satelit memungkinkan ilmuwan memperkirakan perubahan penyimpanan air dalam skala wilayah yang sangat besar.

Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research Letters.

Gletser Bisa Menunda Krisis

Ada bagian menarik sekaligus mengkhawatirkan dari penelitian tersebut.

Pencairan gletser akibat perubahan iklim diperkirakan dapat sementara menambah ketersediaan air di beberapa wilayah sekitar pertengahan abad ini.

Dengan kata lain, tambahan air dari es yang mencair dapat menutupi sebagian penurunan cadangan air tanah untuk sementara waktu.

Namun, kondisi tersebut bukan solusi permanen.

Ketika volume gletser terus berkurang, sumber tambahan air dari pencairan es juga akan melemah.

Setelah 2060-an Masalah Bisa Memburuk

Model penelitian menunjukkan pencairan gletser mungkin membantu mengurangi tekanan terhadap air tanah sekitar 2060-an.

Setelah itu, apabila penggunaan air tidak berubah, penurunan cadangan diperkirakan dapat kembali mengalami percepatan.

Hal tersebut membuat pengelolaan cadangan air tanah Asia menjadi persoalan jangka panjang.

Mengandalkan pencairan gletser tidak dapat menggantikan kebutuhan untuk mengelola konsumsi dan pemompaan air secara berkelanjutan.

Ratusan Juta Orang Bergantung pada Kawasan Ini

High Mountain Asia mempunyai pengaruh jauh melampaui kawasan pegunungannya.

Air dari sistem tersebut mendukung kota, pertanian, dan ekosistem di berbagai negara Asia. Karena itu, perubahan cadangan air dapat memberikan konsekuensi terhadap masyarakat yang tinggal jauh dari pegunungan.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang sangat penting karena kebutuhan irigasi dapat meningkatkan ketergantungan terhadap air tanah.

Jika persediaan terus turun, tekanan terhadap ketahanan air dan produksi pangan berpotensi meningkat.

“Menara Air Asia” Sedang Berubah

Temuan terbaru memperlihatkan bahwa ancaman terhadap sumber air Asia tidak hanya terlihat dari gletser yang menyusut atau sungai yang mengering.

Di bawah permukaan tanah juga sedang terjadi perubahan besar.

Kehilangan sekitar 24,2 miliar ton air tanah setiap tahun menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi kawasan tersebut.

Penelitian cadangan air tanah Asia ini sekaligus memberikan peringatan bahwa teknologi satelit dapat melihat krisis yang sebelumnya tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %