DTKJ Usulkan Tiket Langganan Transjakarta Mulai Rp45 Ribu dan Tarif Berlaku 3 Jam
0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

JAKARTA – Dewan Transportasi Kota Jakarta atau DTKJ mengusulkan skema tiket langganan Transjakarta dengan masa berlaku tujuh hari, 14 hari, hingga satu bulan. Usulan tersebut diharapkan dapat menekan pengeluaran warga yang rutin menggunakan transportasi umum untuk bekerja dan beraktivitas.

Ketua DTKJ DKI Jakarta, Sugihardjo, menjelaskan bahwa paket tujuh hari diusulkan seharga Rp45.000. Sementara itu, paket 14 hari diusulkan sebesar Rp90.000 dan paket bulanan sebesar Rp200.000. Skema tersebut disiapkan sebagai alternatif pembayaran apabila pemerintah memutuskan melakukan penyesuaian tarif Transjakarta.

Namun, seluruh angka tersebut masih berupa usulan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menetapkannya sebagai tarif resmi. Saat ini, tarif reguler Transjakarta masih tercatat sebesar Rp3.500, sedangkan tarif ekonomis pada pukul 05.00 sampai 07.00 WIB sebesar Rp2.000.

Tiket Langganan Transjakarta Dinilai Lebih Hemat

DTKJ menilai tiket langganan Transjakarta dapat memberikan kepastian biaya bagi pelanggan tetap. Pengguna tidak perlu lagi membayar secara terpisah pada setiap perjalanan selama paketnya masih aktif.

Paket bulanan Rp200.000 dinilai cocok bagi pekerja yang menggunakan Transjakarta setiap hari. Jika tarif reguler nantinya menjadi Rp5.000 sekali perjalanan, pengguna yang pulang dan pergi selama 25 hari kerja dapat menghabiskan sekitar Rp250.000 per bulan. Oleh karena itu, paket langganan memberikan selisih penghematan sekitar Rp50.000.

Sementara itu, paket tujuh dan 14 hari dapat menyasar pelanggan yang tidak bepergian setiap hari. Pilihan tersebut juga dapat digunakan oleh pendatang, wisatawan, atau pekerja dengan jadwal perjalanan yang lebih fleksibel.

Tarif Rp5.000 Diusulkan Berlaku Selama Tiga Jam

Selain paket langganan, DTKJ mengusulkan tarif berbasis waktu untuk perjalanan di dalam wilayah Jakarta. Tarif sebesar Rp5.000 diusulkan berlaku selama tiga jam dan mencakup layanan BRT, non-BRT, serta Mikrotrans.

Melalui sistem tersebut, penumpang dapat berpindah antarlayanan Transjakarta dalam waktu tiga jam tanpa membayar tarif tambahan. Dengan demikian, tarif tidak hanya berlaku untuk satu kali naik kendaraan.

Sebagai contoh, pelanggan dapat menggunakan Mikrotrans menuju halte, melanjutkan perjalanan dengan bus non-BRT, lalu berpindah ke layanan BRT selama masih berada dalam batas waktu tiga jam. DTKJ menilai skema itu dapat memberikan manfaat lebih besar daripada sistem pembayaran terpisah.

Untuk perjalanan Transjabodetabek, tarif diusulkan sebesar Rp10.000 dengan masa berlaku tiga jam. Layanan tersebut dirancang mencakup Transjabodetabek, Transjakarta, Mikrotrans, hingga layanan menuju bandara.

Sistem Tiga Jam Bukan Konsep yang Sepenuhnya Baru

Jakarta saat ini sudah memiliki tarif integrasi antarmoda dengan batas waktu 180 menit atau tiga jam. Tarif tersebut berlaku saat penumpang menggunakan lebih dari satu moda, seperti Transjakarta BRT, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Biaya maksimalnya sebesar Rp10.000.

Meski sama-sama memakai batas tiga jam, usulan DTKJ memiliki cakupan berbeda. Sistem yang diusulkan berfokus pada integrasi layanan Transjakarta, termasuk BRT, non-BRT, dan Mikrotrans, dengan satu tarif sebesar Rp5.000.

Kenaikan Tarif Harus Diikuti Perbaikan Layanan

DTKJ menegaskan bahwa penyesuaian tarif harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Pemerintah perlu memperhatikan ketepatan waktu, kenyamanan armada, keamanan halte, kemudahan perpindahan rute, dan sistem pembayaran yang lebih praktis.

Sugihardjo menyebut tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 belum berubah sejak 2005. Dalam kurun waktu tersebut, biaya operasional dan kebutuhan layanan terus meningkat. Selain itu, jaringan Transjakarta kini telah menjangkau sekitar 93 persen wilayah Jakarta.

Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD DKI. Kajian lanjutan diperlukan untuk menentukan besaran subsidi, mekanisme tiket langganan, kelompok penerima fasilitas gratis, dan kesiapan sistem pembayaran.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa tiket langganan Transjakarta dan tarif tiga jam belum resmi berlaku. Skema tersebut masih menjadi rekomendasi yang sedang dibahas untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih terjangkau dan terintegrasi. Dapatkan link di karatetoto link alternatif bersama KARATETOTO sekarang juga agar tidak ketinggalan ya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %