Teknologi 1.000 Tahun Lalu Terungkap, China Ternyata Sudah Memproduksi Kuningan Sendiri
Guangzhou, China – Pecahan wadah kuno yang ditemukan di situs istana Kerajaan Nanyue memberikan petunjuk baru mengenai kemampuan metalurgi masyarakat Asia Timur pada masa lalu.
Analisis terhadap crucible atau wadah peleburan menemukan residu logam yang menunjukkan bahwa pengrajin setempat telah memproduksi kuningan sekitar abad ke-9 hingga ke-10. Temuan tersebut dinilai sebagai bukti fisik paling awal produksi kuningan yang sejauh ini diketahui di Asia Timur.
Bukan Sekadar Mengimpor Barang Jadi
Bagian paling menarik dari penemuan ini adalah indikasi adanya produksi lokal.
Analisis residu pada wadah menunjukkan kuningan dibuat menggunakan metode cementation. Dalam proses tersebut, material berbasis tembaga diproses bersama sumber seng sehingga menghasilkan paduan tembaga-seng yang dikenal sebagai kuningan.
Artinya, masyarakat Guangzhou tidak hanya memperoleh benda kuningan yang sudah selesai dari wilayah lain.
Mereka telah memahami proses metalurginya.
Pecahan Wadah Menjadi Bukti Penting
Sekilas, crucible yang ditemukan mungkin terlihat seperti pecahan benda biasa.
Namun bagi arkeolog, residu mikroskopis yang menempel pada permukaannya dapat menjadi semacam rekaman proses produksi.
Komposisi kimia material membantu peneliti mengetahui jenis logam yang pernah dipanaskan di dalam wadah tersebut.
Alurnya menjadi:
TEMBAGA + SUMBER SENG → DIPANASKAN → PROSES CEMENTATION → KUNINGAN
Guangzhou Sudah Menjadi Pusat Penting
Lokasi penemuan juga tidak kalah menarik.
Guangzhou telah lama memiliki hubungan dengan perdagangan maritim. Bukti produksi kuningan lokal menambah gambaran bahwa kota tersebut bukan hanya tempat pertukaran barang, tetapi juga memiliki pengrajin dengan kemampuan teknologi metalurgi maju.
Mengubah Pemahaman Sejarah Teknologi Asia
Temuan ini membantu ilmuwan menelusuri kapan dan bagaimana teknologi pembuatan kuningan berkembang di Asia Timur.
Sebelumnya, keberadaan benda kuningan belum tentu membuktikan masyarakat setempat mengetahui cara membuat material tersebut.
Namun, menemukan wadah produksi lengkap dengan residu metalurginya memberikan bukti yang jauh lebih kuat.
Teknologi Canggih Tidak Selalu Berarti Elektronik
Sekarang teknologi identik dengan AI, robot dan microchip.
Seribu tahun lalu, inovasi dapat berarti kemampuan mengendalikan temperatur tungku, memilih bahan baku dan memahami bagaimana dua unsur menghasilkan logam dengan karakter berbeda.
Bagi masyarakat pada zamannya, kemampuan menghasilkan kuningan merupakan pencapaian teknologi penting.
Sampah Bengkel yang Bertahan 1.000 Tahun
Ironisnya, benda yang membantu membongkar sejarah teknologi tersebut bukanlah mahkota emas ataupun senjata kerajaan.
Justru wadah peleburan bekas yang menjadi bukti utama.
Setelah sekitar satu milenium, residu yang masih melekat pada benda itu menunjukkan bahwa pengrajin Guangzhou telah menguasai proses pembuatan kuningan jauh di masa lalu.