Struktur Misterius 6.500 Tahun Ditemukan di Eropa, “Kalender Raksasa” Ini Lebih Tua dari Stonehenge
0 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

Arkeolog di Republik Ceko tengah meneliti sebuah struktur prasejarah luar biasa yang memberikan gambaran baru mengenai kemampuan manusia Eropa ribuan tahun lalu.

Berada di dekat desa Chleby, Bohemia Tengah, struktur berbentuk hampir melingkar tersebut diperkirakan dibangun sekitar 6.500 tahun lalu.

Usianya membuat situs Chleby sekitar 1.000 tahun lebih tua dibandingkan Stonehenge di Inggris dan termasuk salah satu monumen tertua yang diketahui di Eropa Tengah.

Lebih mengejutkan lagi, susunan bangunan menunjukkan bahwa masyarakat Neolitik yang membuatnya kemungkinan telah memahami pola pergerakan Matahari dan Bulan.

Diameternya Mencapai 230 Meter

Monumen Chleby bukan struktur kecil.

Lingkaran tersebut mempunyai diameter sekitar 230 meter dengan sebuah parit yang kedalamannya mencapai lebih dari 2,5 meter.

Di sepanjang lingkaran terdapat 12 pintu masuk yang ditempatkan pada posisi berbeda.

Awalnya susunan tersebut mungkin terlihat tidak beraturan.

Namun setelah para arkeolog menganalisis posisi setiap pintu, mereka menemukan sesuatu yang menarik.

Penempatannya ternyata membentuk pola yang berkaitan dengan pergerakan benda langit.

Seperti Observatorium dari Zaman Batu

Peneliti mengidentifikasi dua titik pengamatan utama di dalam kompleks.

Salah satunya berkaitan dengan posisi ekstrem Bulan di cakrawala selama siklus panjangnya.

Sementara titik lainnya menghubungkan Matahari terbit saat titik balik matahari musim panas dengan Matahari terbenam ketika titik balik matahari musim dingin.

Sumbu tersebut juga berkaitan dengan posisi pintu masuk pada monumen.

Artinya, ribuan tahun sebelum teleskop ditemukan, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut kemungkinan sudah mengamati langit secara sistematis.

Dibangun Sebelum Stonehenge

Stonehenge menjadi salah satu monumen prasejarah paling terkenal karena orientasinya terhadap Matahari.

Namun struktur Chleby jauh lebih tua.

Penanggalan material organik menunjukkan bahwa monumen di Republik Ceko tersebut dibangun lebih dari seribu tahun sebelum Stonehenge.

Kesamaan prinsip orientasi astronominya menjadi salah satu aspek yang membuat situs ini sangat menarik bagi arkeolog.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai perubahan musim dan pergerakan benda langit telah berkembang di antara komunitas petani Eropa jauh lebih awal daripada yang mungkin dibayangkan banyak orang.

Tengkorak dan Tanduk Banteng Ditemukan

Chleby kemungkinan bukan hanya tempat mengamati langit.

Arkeolog menemukan tengkorak dan tanduk banteng di parit dekat beberapa pintu masuk.

Peneliti menduga benda-benda tersebut mungkin pernah menghiasi gerbang monumental menuju kompleks. Banteng sendiri diketahui memiliki nilai simbolis penting bagi sejumlah masyarakat petani Neolitik Eropa.

Karena itu, situs tersebut kemungkinan menggabungkan fungsi astronomi, pertanian dan kegiatan ritual.

Perubahan musim yang diamati melalui Matahari dan Bulan juga sangat penting bagi masyarakat pertanian untuk menentukan berbagai aktivitas sepanjang tahun.

Misterinya Belum Selesai

Menariknya, fungsi kawasan tersebut berubah seiring berjalannya waktu.

Pada periode berikutnya, lokasi Chleby digunakan untuk aktivitas lain, termasuk pemakaman pada Zaman Perunggu. Ketika memasuki Zaman Besi, fungsi ritual aslinya tampaknya telah menghilang dan kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman biasa.

Para peneliti sekarang juga mempelajari jejak kimia yang tersimpan di tanah untuk mengetahui aktivitas manusia yang pernah berlangsung di dalam kompleks.

Setelah terkubur dan terlupakan selama ribuan tahun, pola bangunan tersebut akhirnya mulai terbaca kembali.

Hasilnya mengungkap sesuatu yang luar biasa: sekitar 6.500 tahun lalu, masyarakat Eropa telah membangun lingkaran raksasa dengan pintu-pintu yang mengikuti pola Matahari dan Bulan—lebih dari seribu tahun sebelum Stonehenge berdiri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %