Ribuan Hewan di Amerika Dilacak GPS, Ilmuwan Temukan Mereka Bisa Mengubah Perilaku Hanya karena Manusia Mendekat
0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Selama ini dampak manusia terhadap satwa liar sering dinilai dari perubahan lingkungan yang terlihat jelas, seperti pembangunan jalan, kawasan permukiman, pertanian hingga hilangnya hutan.

Namun penelitian berskala besar di Amerika Serikat menemukan sesuatu yang lebih tersembunyi.

Kehadiran manusia secara langsung ternyata dapat memengaruhi perilaku banyak satwa, bahkan ketika manusia tersebut tidak sedang membangun atau mengubah habitat.

Para ilmuwan melacak lebih dari 4.500 burung dan mamalia dari 37 spesies serta mengumpulkan hampir 11,8 juta titik lokasi GPS.

Hasilnya, lebih dari 65 persen spesies yang dipelajari menunjukkan perubahan perilaku ketika manusia berada di sekitar mereka.

Jutaan Data GPS Digabungkan dengan Lokasi Manusia

Penelitian tersebut tidak hanya memasang perangkat GPS pada satwa.

Para ilmuwan juga menggunakan data lokasi ponsel yang telah dianonimkan sebagai indikator untuk mengetahui kapan dan di mana manusia berada di suatu kawasan.

Dengan menggabungkan kedua jenis informasi tersebut, peneliti dapat membedakan dampak kehadiran manusia secara langsung dengan dampak permanen akibat perubahan bentang alam.

Metode ini memungkinkan ilmuwan melihat apakah seekor hewan berubah perilaku karena habitatnya telah dimodifikasi atau hanya karena ada manusia yang lewat.

Serigala Justru Bergerak Lebih Jauh

Setiap spesies ternyata memberikan respons berbeda.

Serigala abu-abu cenderung memperluas pergerakannya ketika manusia berada di sekitar mereka, yang dapat membantu hewan tersebut menjaga jarak.

Sementara itu, coyote justru mengurangi pergerakannya.

Burung raven menunjukkan pola berbeda lagi. Mereka dapat memperluas pergerakan karena keberadaan manusia juga dapat menciptakan peluang mendapatkan makanan.

Artinya, keberadaan manusia tidak menghasilkan satu respons universal.

Ada hewan yang menjauh.

Ada yang membatasi aktivitas.

Dan ada pula yang justru memanfaatkan kehadiran manusia.

Hewan di Alam Liar Justru Bereaksi Lebih Kuat

Salah satu hasil penelitian yang paling mengejutkan muncul ketika ilmuwan membandingkan habitat.

Secara intuitif, orang mungkin mengira satwa yang tinggal dekat kota akan memberikan respons terbesar terhadap manusia.

Hasilnya justru sebaliknya.

Respons terhadap keberadaan manusia cenderung lebih kuat pada hewan yang berada di kawasan yang relatif alami dan belum banyak dimodifikasi.

Seekor hewan yang terbiasa hidup dekat aktivitas manusia mungkin sudah lebih terbiasa melihat orang.

Namun bagi satwa di kawasan terpencil, kemunculan seorang pejalan kaki atau kendaraan dapat menjadi kejadian yang jauh lebih tidak biasa.

Kawasan Dilindungi Belum Tentu Bebas Gangguan

Temuan tersebut mempunyai konsekuensi penting bagi konservasi.

Melindungi hutan dari pembangunan memang penting, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik habitat bukan satu-satunya faktor.

Aktivitas manusia seperti berjalan kaki, berkendara atau berwisata juga berpotensi memengaruhi bagaimana satwa menggunakan ruang.

Karena itu, pengelolaan kawasan konservasi mungkin perlu mempertimbangkan bukan hanya berapa banyak orang yang datang, tetapi juga kapan dan di mana mereka bergerak.

Teknologi Ponsel Membantu Membaca Dunia Hewan

Penelitian ini menjadi contoh unik bagaimana teknologi yang digunakan manusia sehari-hari dapat membantu memahami kehidupan satwa.

GPS pada hewan menunjukkan posisi mereka.

Data mobilitas manusia menunjukkan aktivitas manusia.

Ketika jutaan titik tersebut ditempatkan pada peta yang sama, ilmuwan dapat melihat hubungan yang sebelumnya sulit diamati.

Hasilnya menunjukkan bahwa jejak manusia di alam ternyata tidak selalu membutuhkan gedung, jalan atau pagar.

Terkadang cukup dengan keberadaan seseorang di suatu lokasi, satwa liar sudah dapat mengubah keputusan mengenai ke mana mereka bergerak.

Dari serigala yang memperluas wilayah jelajah hingga coyote yang mengurangi pergerakan, penelitian terhadap ribuan hewan di Amerika memperlihatkan sesuatu yang jarang kita sadari: bahkan ketika manusia hanya lewat, alam ternyata dapat mengetahui bahwa kita berada di sana.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %