Kerangka dalam Tempayan Romawi Ditemukan di Bulgaria, Diduga Bersembunyi Saat Serangan
0 0
Read Time:5 Minute, 31 Second

Kerangka dalam tempayan Romawi ditemukan arkeolog di kota kuno Deultum, Bulgaria, dalam kondisi yang tidak biasa. Sisa-sisa manusia tersebut berada di dasar sebuah dolium, yaitu wadah keramik raksasa yang pada masa Romawi biasanya digunakan untuk menyimpan bahan seperti minyak zaitun dan anggur. Temuan ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 400 Masehi atau berusia kurang lebih 1.600 tahun.

Para arkeolog menduga individu tersebut merupakan seorang pemuda yang masuk ke dalam tempayan untuk mencari perlindungan ketika kota menghadapi serangan. Dugaan itu semakin menarik karena dua pisau besi ditemukan bersama kerangka, sementara jejak kebakaran dalam jumlah besar ditemukan di sekeliling lokasi.

Kerangka dalam Tempayan Romawi Ditemukan di Deultum

Penemuan kerangka dalam tempayan Romawi terjadi ketika tim arkeologi menggali sebuah menara kecil di bagian utara gerbang barat Deultum pada 10 Agustus 2026.

Deultum merupakan koloni Romawi yang kini menjadi situs arkeologi penting di Bulgaria. Kota tersebut pernah menghadapi berbagai serangan pada periode akhir Kekaisaran Romawi, termasuk ancaman dari kelompok Jermanik Timur dan Hun pada abad keempat hingga kelima.

Tim sebenarnya sedang menyelidiki struktur pertahanan kota ketika menemukan dolium berukuran besar.

Mereka tidak menduga akan menemukan manusia di dalamnya.

Tempayan Raksasa Biasanya Digunakan untuk Menyimpan Barang

Dolium bukan wadah pemakaman biasa.

Pada dunia Romawi, benda tersebut merupakan salah satu jenis wadah keramik terbesar. Dolia digunakan untuk menyimpan berbagai komoditas, termasuk minyak zaitun, anggur, dan bahan pangan lainnya.

Beberapa dolium bahkan mempunyai kapasitas lebih dari 1.000 liter.

Bagian bawah tempayan yang ditemukan di Deultum memiliki diameter sekitar 1 meter. Ukurannya cukup besar untuk memungkinkan seseorang masuk ke dalamnya.

Karena fungsi normalnya bukan sebagai tempat pemakaman, keberadaan kerangka manusia di dasar wadah tersebut langsung menimbulkan pertanyaan bagi tim arkeologi.

Diduga Bersembunyi dari Serangan Musuh

Skenario sementara yang dikembangkan peneliti cukup dramatis.

Ketika ancaman serangan datang, penduduk kemungkinan membawa sebagian hewan ternak mereka ke dalam benteng untuk mendapatkan perlindungan.

Situasi kemudian berubah menjadi kacau.

Arkeolog menemukan berbagai benda yang menunjukkan adanya peristiwa destruktif, termasuk abu, arang, pecahan bata dan genteng, kaca yang meleleh, dinding menghitam, serta tulang hewan domestik.

Banyak koin perunggu juga ditemukan dan kemungkinan tercecer dalam kekacauan tersebut.

Dalam situasi itulah seorang pemuda diduga masuk ke dalam tempayan kosong untuk bersembunyi.

Dua Pisau Ditemukan Bersama Kerangka

Misteri kerangka dalam tempayan Romawi semakin menarik karena individu tersebut tidak ditemukan sendirian.

Arkeolog menemukan dua pisau besi dan sebuah sabuk bersama sisa-sisa tubuhnya.

Salah satu pisau kemungkinan berada di antara kedua kakinya, sedangkan pisau lainnya berada pada sabuk.

Pemimpin penggalian Lyudmil Vagalinski dari Bulgarian Academy of Sciences menduga pemuda tersebut mungkin memegang senjata untuk mempertahankan diri apabila penyerang menemukannya.

Interpretasi tersebut masih bersifat sementara, tetapi posisi benda memberikan petunjuk mengenai keadaan terakhir individu tersebut.

Api Kemungkinan Sudah Membakar Kota

Bukti kebakaran menjadi bagian penting untuk memahami apa yang terjadi.

Abu ditemukan bahkan di bawah posisi kerangka dalam dolium. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api kemungkinan telah mulai menyebar ketika individu masuk ke dalam wadah.

Lingkungan di sekitar tempayan juga memperlihatkan kerusakan akibat panas.

Kaca ditemukan dalam keadaan meleleh, sementara beberapa dinding mengalami penghitaman.

Semua bukti tersebut menunjukkan adanya kebakaran besar yang terjadi bersamaan atau berdekatan dengan peristiwa kematian.

Pemuda itu mungkin berharap tempayan memberikan perlindungan dari serangan, tetapi justru terjebak ketika kondisi di sekitarnya semakin buruk.

Posisi Kerangka Menyerupai Orang Sedang Tidur

Ada detail lain yang membuat temuan kerangka dalam tempayan Romawi semakin tidak biasa.

Menurut Vagalinski, posisi individu tersebut terlihat mirip seseorang yang sedang tidur. Arkeolog juga tidak menemukan tanda bahwa ia berusaha keluar dari wadah setelah masuk.

Hal itu membuka beberapa kemungkinan mengenai bagaimana ia meninggal.

Asap, panas, kekurangan oksigen, atau kondisi lain selama kebakaran dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dengan cepat.

Namun penyebab kematian sebenarnya belum dipastikan.

Kerangka telah dipindahkan ke Sofia untuk dianalisis oleh antropolog fisik. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai usia biologis, jenis kelamin, kondisi kesehatan, cedera, dan kemungkinan penyebab kematiannya.

Mengapa Jenazah Tidak Pernah Ditemukan Penduduk?

Setelah serangan berakhir, penduduk Deultum kemungkinan kembali membangun kawasan yang rusak.

Namun mereka tampaknya tidak mengetahui keberadaan seseorang di dasar tempayan.

Reruntuhan menara kemudian diratakan dan ditutup dengan lantai baru yang lebih tinggi.

Tubuh individu tersebut tetap berada di dalam dolium.

Lapisan konstruksi berikutnya akhirnya menutup lokasi itu selama sekitar 1.600 tahun.

Situasi tersebut dapat menjelaskan mengapa kerangka tidak dipindahkan menuju area pemakaman sebagaimana lazimnya masyarakat Romawi.

Kerangka Manusia di Dalam Kota Romawi Termasuk Langka

Penemuan kerangka dalam tempayan Romawi juga dianggap tidak biasa karena jenazah umumnya tidak dibiarkan berada di dalam kawasan perkotaan.

Dalam banyak masyarakat kuno, orang meninggal dimakamkan di lokasi khusus di luar bagian utama kota.

Kerangka yang ditemukan di dalam permukiman sering berhubungan dengan kejadian luar biasa seperti gempa bumi, serangan militer, kebakaran, atau letusan gunung berapi.

Dalam kondisi normal, keluarga atau penduduk biasanya mencari jenazah dan memberikan pemakaman.

Namun ketika tubuh tertutup reruntuhan atau tersembunyi di lokasi yang tidak diketahui, seseorang dapat tetap berada di tempat kematiannya selama berabad-abad.

Deultum Menghadapi Masa Penuh Konflik

Penanggalan awal menempatkan peristiwa tersebut sekitar 400 Masehi, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mendapatkan kronologi yang lebih tepat.

Periode tersebut merupakan masa penuh perubahan di wilayah Kekaisaran Romawi.

Deultum menghadapi sejumlah serangan dari kelompok luar pada abad keempat dan kelima.

Arkeolog belum mengetahui serangan tertentu yang menyebabkan kehancuran menara tempat kerangka ditemukan.

Karena itu, peneliti berhati-hati untuk tidak langsung menghubungkan kematian tersebut dengan satu kelompok penyerang tertentu.

Data dari penggalian dan analisis artefak nantinya dapat mempersempit waktu kejadian.

Penggalian Akan Dilanjutkan Tahun Depan

Tim berencana kembali ke Deultum pada musim panas berikutnya.

Target mereka adalah mengungkap keseluruhan rancangan gerbang barat Romawi yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 300 Masehi.

Penelitian pada menara utara, lokasi ditemukannya tempayan, juga akan diselesaikan.

Setiap lapisan tanah, artefak, koin, dan struktur bangunan dapat membantu merekonstruksi kronologi kehancuran kawasan tersebut.

Informasi itu pada akhirnya dapat menjelaskan siapa yang menyerang Deultum dan apa yang sebenarnya terjadi pada hari terakhir pemuda tersebut.

Kerangka dalam Tempayan Romawi Simpan Kisah 1.600 Tahun

Penemuan kerangka dalam tempayan Romawi memberikan gambaran langka mengenai sebuah tragedi yang kemungkinan terjadi dalam hitungan jam sekitar 1.600 tahun lalu. Bukti kebakaran, reruntuhan bangunan, koin yang tercecer, hewan yang dibawa ke benteng, serta dua pisau yang ditemukan bersama kerangka menggambarkan suasana kacau di kota Romawi tersebut.

Namun arkeolog belum menganggap seluruh misterinya selesai. Identitas individu, penyebab pasti kematian, serta serangan yang menghancurkan bagian kota masih harus diteliti.

Seseorang yang kemungkinan hanya mencari tempat aman ketika bahaya datang akhirnya tidak pernah keluar dari persembunyiannya. Penduduk kemudian membangun lantai baru tepat di atas lokasi tersebut tanpa mengetahui bahwa seorang warga masih berada di dasar tempayan.

Sekitar 1.600 tahun kemudian, arkeolog membuka kembali ruangan itu dan menemukan sisa-sisa dari salah satu momen paling dramatis dalam sejarah Deultum.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %