Fosil Katak Zaman Es di Los Angeles Ternyata Spesies Baru Setelah Tersimpan Puluhan Tahun
0 0
Read Time:4 Minute, 17 Second

Katak Zaman Es La Brea menjadi temuan menarik yang baru diumumkan dari Los Angeles, Amerika Serikat. Peneliti mengidentifikasi spesies amfibi punah yang sebelumnya tidak dikenal. Spesies tersebut diberi nama ilmiah Spea labreae.

Menariknya, fosil itu bukan hasil penggalian baru. Material fosilnya sudah berada dalam koleksi La Brea Tar Pits sejak dekade 1950-an. Namun, pemeriksaan ulang akhirnya mengungkap ciri yang berbeda dari spesies lain.

Temuan tersebut dipublikasikan pada 5 Agustus 2026 dalam Journal of Vertebrate Paleontology. Penelitian dilakukan oleh Alberto Cruz dan Emily L. Lindsey.

Katak Zaman Es La Brea Ditemukan dari Koleksi Lama

Awalnya, Alberto Cruz tidak berniat mencari spesies baru. Ia memeriksa koleksi amfibi dan reptil dari La Brea Tar Pits yang relatif jarang diteliti.

Saat pemeriksaan berlangsung, Cruz menemukan tulang katak yang terlihat berbeda. Pada awalnya, ia menduga bentuk tersebut muncul akibat penyakit atau cedera ketika hewan masih hidup.

Namun, dugaan itu berubah setelah dilakukan perbandingan lebih lanjut.

Cruz membandingkan fosil La Brea dengan 80 spesimen dari koleksi Museum Sejarah Alam Los Angeles County dan Museum Zoologi Vertebrata Universitas California, Berkeley. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan yang cukup jelas.

Akhirnya, peneliti menetapkan hewan tersebut sebagai spesies baru bernama Spea labreae.

Fosilnya Sudah Tersimpan Sejak 1950-an

Bagian paling menarik dari penemuan ini adalah usia koleksinya.

Material fosil yang digunakan dalam penelitian telah dikumpulkan sejak dekade 1950-an. Artinya, fosil tersebut berada dalam penyimpanan selama puluhan tahun sebelum identitas sebenarnya diketahui.

Hal ini menunjukkan pentingnya koleksi museum bagi penelitian modern.

Teknologi berkembang.

Pengetahuan juga bertambah.

Selain itu, ilmuwan sekarang dapat membandingkan spesimen dengan koleksi yang jauh lebih lengkap.

Karena itu, fosil yang sebelumnya dianggap biasa dapat memberikan informasi baru ketika diperiksa kembali.

Tulang Kecil Menjadi Kunci Penemuan

Fosil utama yang digunakan untuk mendeskripsikan Spea labreae ternyata sangat kecil.

Spesimen tersebut berupa bagian tulang yang berada di dasar tulang belakang dan terhubung dengan pinggul. Dalam penelitian, spesimen utama seperti ini disebut holotipe.

Meskipun ukurannya kecil, bentuk tulang memberikan petunjuk penting.

Peneliti memeriksa ukuran serta struktur tulang secara rinci. Setelah itu, mereka membandingkannya dengan spesies katak penggali yang masih hidup.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Spea labreae diperkirakan memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan spesies Spea yang hidup sekarang.

Penemuan Amfibi Purba Sangat Langka

La Brea Tar Pits terkenal dengan fosil hewan besar.

Mammoth menjadi salah satu contohnya. Selain itu, kawasan tersebut terkenal dengan kucing bertaring panjang dan berbagai mamalia Zaman Es.

Namun, fosil amfibi jauh lebih sulit ditemukan dalam kondisi yang dapat dipelajari.

Penyebabnya adalah struktur tulang amfibi yang rapuh. Tulang katak, kodok, dan salamander lebih mudah rusak sebelum mengalami proses fosilisasi.

Karena itu, penemuan Spea labreae dianggap penting.

Menurut La Brea Tar Pits, hanya satu spesies amfibi Pleistosen punah lain yang sebelumnya telah dikenali di Amerika Utara. Spesies tersebut merupakan katak pohon dari Florida.

La Brea Tar Pits Menyimpan Jejak Zaman Es

La Brea Tar Pits merupakan salah satu lokasi fosil terkenal di Los Angeles.

Endapan aspal alami di kawasan tersebut mampu mengawetkan sisa berbagai organisme selama ribuan tahun. Oleh sebab itu, peneliti dapat menemukan banyak bagian ekosistem purba di lokasi yang sama.

Tidak hanya hewan besar yang penting.

Hewan kecil juga membantu ilmuwan memahami kondisi lingkungan masa lalu.

Katak menjadi salah satu contohnya.

Katak Bisa Memberikan Petunjuk Tentang Iklim

Amfibi sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, banyak spesies memiliki wilayah persebaran yang berkaitan erat dengan kondisi habitat.

Karena alasan tersebut, fosil amfibi dapat membantu peneliti memahami iklim masa lalu.

Penelitian Spea labreae juga menemukan bukti keberadaan katak penggali Meksiko di La Brea. Temuan itu sangat menarik karena Los Angeles berada sekitar 2.500 kilometer di utara wilayah persebaran modernnya.

Perbedaan wilayah tersebut memberikan petunjuk mengenai perubahan lingkungan pada masa lalu.

Iklim Diduga Mengubah Persebaran Katak

Peneliti menganalisis catatan fosil dan persebaran beberapa kelompok katak.

Hasilnya menunjukkan perubahan wilayah hidup selama periode Kuarter. Para peneliti menduga perubahan iklim setelah zaman glasial serta kondisi geografis Amerika Barat Daya ikut memengaruhi pergeseran tersebut.

Dengan demikian, fosil katak tidak hanya memberi informasi tentang satu spesies.

Temuan tersebut juga membantu menggambarkan perubahan lingkungan dalam jangka panjang.

Informasi ini penting karena ilmuwan dapat membandingkan perubahan masa lalu dengan kondisi yang terjadi sekarang.

Koleksi Museum Masih Menyimpan Banyak Rahasia

Penemuan Spea labreae juga memberikan pelajaran penting bagi dunia paleontologi.

Penemuan spesies baru tidak selalu membutuhkan penggalian baru.

Kadang-kadang, jawabannya sudah berada di dalam museum.

Koleksi La Brea yang diperiksa Cruz bahkan belum dikaji secara mendalam selama hampir 30 tahun. Setelah pemeriksaan dilakukan kembali, spesies yang sebelumnya tidak dikenal akhirnya terungkap.

Oleh karena itu, koleksi lama tetap mempunyai nilai penelitian yang besar.

Dari Fosil 1950-an Menjadi Spesies Baru pada 2026

Perjalanan penemuan ini berlangsung sangat panjang.

Fosil dikumpulkan sejak dekade 1950-an. Setelah itu, spesimen disimpan bersama koleksi La Brea Tar Pits.

Puluhan tahun kemudian, peneliti memeriksanya kembali.

Perbandingan dengan puluhan spesimen modern kemudian memperlihatkan perbedaan penting. Akhirnya, penelitian yang terbit pada Agustus 2026 secara resmi mendeskripsikan Spea labreae sebagai spesies baru.

Katak Zaman Es La Brea memang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan mammoth. Namun, fosil kecil tersebut membawa informasi besar mengenai kehidupan dan perubahan lingkungan Los Angeles pada masa lalu.

Penemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa benda yang telah tersimpan puluhan tahun di museum masih dapat menghasilkan temuan ilmiah baru.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %