Eropa Uji “Taksi Terbang” Raksasa, Pesawat Listrik Romeo Bisa Lepas Landas Vertikal Tanpa Landasan Panjang
Industri penerbangan Eropa kembali menunjukkan perkembangan menarik. Sebuah prototipe pesawat eVTOL bernama Romeo mulai menjalani pengujian penerbangan dan disebut sebagai salah satu eVTOL terbesar yang pernah diterbangkan di Eropa.
Pesawat tersebut dikembangkan oleh ERC System dan memiliki bobot sekitar 2.735 kilogram dengan bentang sayap mencapai 16 meter.
Berbeda dengan pesawat konvensional yang membutuhkan landasan cukup panjang, teknologi eVTOL dirancang agar kendaraan dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Konsep tersebut membuat pesawat masa depan berpotensi beroperasi dari area yang jauh lebih kecil.
Berat Hampir 3 Ton tetapi Bisa Terbang Vertikal
Salah satu hal paling menarik dari Romeo adalah dimensinya.
Banyak prototipe kendaraan terbang listrik dikembangkan dalam ukuran relatif kecil. Romeo justru dibangun dalam skala penuh dengan massa yang mendekati rancangan kendaraan produksi sebenarnya.
Menurut pengembangnya, pengujian dilakukan untuk membuktikan kemampuan pesawat melakukan penerbangan vertikal secara aman dan terkendali dalam kondisi massa penuh.
Langkah tersebut penting karena membuat prototipe tidak hanya menjadi demonstrasi teknologi berukuran kecil.
Motor Listrik Mengubah Cara Pesawat Lepas Landas
eVTOL merupakan singkatan dari electric vertical take-off and landing.
Konsep dasarnya menggabungkan kemampuan helikopter untuk terbang vertikal dengan karakteristik pesawat bersayap.
Motor dan baling-baling digunakan untuk menghasilkan daya angkat ketika kendaraan meninggalkan tanah. Setelah berada di udara, desain sayap dapat membantu menghasilkan daya angkat untuk penerbangan ke depan.
Teknologi seperti ini membuat industri membayangkan kendaraan udara yang suatu hari dapat digunakan tanpa harus selalu bergantung pada bandara besar.
Bukan Hanya untuk “Taksi Terbang”
Walaupun kendaraan eVTOL sering dijuluki taksi terbang, Romeo dikembangkan dengan tujuan yang lebih luas.
Versi produksi masa depannya dirancang sebagai kendaraan udara hybrid-electric yang dapat digunakan untuk berbagai misi penting.
Kemampuan lepas landas vertikal berpotensi berguna untuk transportasi medis, operasi penyelamatan, logistik hingga penerbangan menuju daerah yang sulit memiliki landasan pesawat konvensional.
Hal tersebut membuat teknologi eVTOL tidak hanya menarik untuk transportasi penumpang di perkotaan.
Era Baru Transportasi Udara Eropa?
Perjalanan menuju penggunaan eVTOL secara luas masih panjang.
Produsen harus membuktikan keamanan, keandalan sistem, efisiensi energi dan memenuhi berbagai persyaratan sertifikasi penerbangan sebelum kendaraan dapat membawa penumpang secara komersial.
Namun pengujian pesawat berukuran penuh menjadi salah satu langkah penting menuju tahap tersebut.
Jika teknologi ini terus berkembang, pemandangan kendaraan yang naik secara vertikal seperti helikopter tetapi kemudian terbang menggunakan sayap layaknya pesawat mungkin tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya terlihat dalam film fiksi ilmiah.
Romeo menjadi salah satu contoh bagaimana Eropa sedang menguji bentuk baru transportasi udara—pesawat berukuran besar yang tidak selalu membutuhkan landasan panjang untuk dapat terbang.