Dorongan Pajak Daging Menguat di Eropa, Konsumsi Tinggi Karbon Dinilai Ancam Iklim
0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

Perdebatan soal pengenaan pajak atas konsumsi daging kembali menguat di Eropa sebagai salah satu cara untuk menekan emisi gas rumah kaca (greenhouse gas), yang sebagian besar berasal dari sektor pertanian dan peternakan. Para ilmuwan, pembuat kebijakan, dan kelompok advokasi lingkungan kini mendorong penggunaan instrumen fiskal, termasuk pajak atau penyesuaian tarif pajak, untuk mengurangi dampak iklim dari konsumsi makanan intensif karbon. Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya kekhawatiran atas perubahan iklim global.

Salah satu rekomendasi yang mencuat adalah penyesuaian Tarif Pajak Pertambahan Nilai (VAT) pada produk daging dan produk hewani lain. Studi terbaru menunjukkan bahwa jika daging dikenakan tarif VAT penuh seperti makanan lain, dampak lingkungan yang disebabkan oleh konsumsi daging di Uni Eropa dapat berkurang antara 3,5% hingga 5,7%, tergantung pada kategori dampak yang dihitung. Ini karena harga daging akan mencerminkan biaya eksternal seperti emisi karbon dan polusi lainnya. Pendapatan pajak tambahan yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk digunakan sebagai kompensasi sosial atau untuk mendanai inisiatif lingkungan lainnya.

Saat ini, 22 dari 27 negara UE menerapkan tarif pajak yang lebih rendah pada daging dibandingkan makanan lain, meskipun konsumsi produk hewani menyumbang proporsi signifikan terhadap jejak lingkungan makanan secara keseluruhan. Dengan konsumsi daging yang relatif tinggi di negara-negara Eropa, mencakup kelompok makanan yang menghasilkan emisi besar seperti daging sapi dan domba, perubahan tarif ini dapat mengubah perilaku konsumen sekaligus berdampak pada lingkungan.

Dampak lingkungan dari konsumsi daging tidak hanya berkaitan dengan karbon dioksida (CO₂), tetapi juga metana dan nitrous oxide, dua gas rumah kaca yang jauh lebih kuat daripada CO₂ dalam jangka pendek. Produksi daging, terutama dari ternak besar seperti sapi, juga berkaitan dengan penggunaan lahan yang luas, deforestasi, dan polusi air dari limbah peternakan yang tinggi. Ini membuat sektor makanan menjadi tantangan besar dalam mencapai target iklim Eropa yang ambisius.

Selain aspek lingkungan, kebijakan pajak pajak daging kerap dikaitkan dengan tujuan kesehatan masyarakat. Peneliti mengamati bahwa konsumsi daging yang berlebihan memiliki korelasi dengan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan kanker tertentu. Oleh karena itu, pajak yang dirancang dengan cermat tidak hanya memberi insentif untuk mengurangi konsumsi daging intensif karbon, tetapi juga mendorong pola makan yang lebih sehat.

Namun, usulan pajak daging ini bukan tanpa tantangan. Kekhawatiran utama yang sering muncul adalah bahwa peningkatan pajak bisa memberatkan rumah tangga berpenghasilan rendah, karena daging adalah bagian penting dari pola makan banyak keluarga. Untuk itu, para peneliti dan pembuat kebijakan menekankan pentingnya desain kebijakan yang adil, termasuk kemungkinan pendistribusian kembali pendapatan pajak untuk mendukung makanan sehat dan terjangkau, atau subsidi pada buah dan sayuran yang berdampak rendah terhadap lingkungan.

Model pajak yang diusulkan beberapa kelompok bahkan telah mempertimbangkan pengenaan tarif minimum di seluruh Uni Eropa berdasarkan jejak lingkungan nyata dari setiap jenis daging, dengan tujuan mengurangi konsumsi daging sapi secara drastis sambil tetap melindungi kesejahteraan peternak dan keamanan pangan. Pendukung kebijakan ini berargumen bahwa tanpa mencerminkan biaya lingkungan sejati dalam harga makanan, pasar akan terus gagal mengalokasikan sumber daya secara efisien sesuai dengan tujuan iklim.

Dorongan pajak daging di Eropa mencerminkan pergeseran kebijakan publik global: tidak hanya mengatur produksi industri besar seperti energi dan transportasi, tetapi juga mengubah perilaku konsumen melalui instrumen fiskal untuk mendukung transisi menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan ramah iklim di masa depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %