Devil Flower Thailand Ditemukan, Bunga Hitam Bertanduk Ini Hidup Tanpa Fotosintesis
Devil flower Thailand menjadi temuan botani terbaru yang menarik perhatian setelah ilmuwan mendeskripsikan spesies tumbuhan berbunga baru bernama Thismia daemona. Tanaman mungil dengan penampilan tidak biasa tersebut ditemukan di lantai hutan Thong Pha Phum National Park, Thailand bagian barat. Warnanya yang sangat gelap, struktur menyerupai tanduk, serta bagian merah-oranye pada bunganya membuat tanaman ini terlihat berbeda dari bunga pada umumnya.
Keunikan devil flower Thailand tidak berhenti pada penampilannya. Thismia daemona tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu memperoleh energi melalui fotosintesis seperti kebanyakan tumbuhan. Tanaman ini justru bergantung pada jaringan jamur bawah tanah untuk mendapatkan nutrisi dan menghabiskan sebagian besar kehidupannya tersembunyi di bawah serasah hutan.
Devil Flower Thailand Ditemukan di Pegunungan
Devil flower Thailand ditemukan oleh tim botani dari Chulalongkorn University dan Prince of Songkla University ketika melakukan survei di Thong Pha Phum National Park.
Lokasi penemuannya menjadi salah satu bagian paling menarik dari penelitian tersebut. Tanaman ditemukan pada ketinggian hampir 1.000 meter di atas permukaan laut.
Habitat itu cukup mengejutkan bagi ilmuwan karena banyak anggota genus Thismia biasanya berasosiasi dengan hutan hujan dataran rendah yang lembap sepanjang tahun.
Sebaliknya, Thismia daemona ditemukan di hutan hijau pegunungan yang memiliki musim lebih jelas dan kondisi relatif lebih kering. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa kelompok tumbuhan ini kemungkinan mampu bertahan dalam lingkungan yang lebih beragam daripada perkiraan sebelumnya.
Bentuk Bunganya Terlihat Seperti Memiliki Tanduk
Nama daemona dipilih bukan tanpa alasan. Penampilan bunganya menjadi inspirasi utama pemberian nama tersebut.
Bunga ini didominasi warna kehitaman dengan bagian luar berwarna merah-oranye gelap. Pada bagian atas terdapat struktur panjang yang terlihat seperti tanduk.
Kombinasi tersebut menghasilkan penampilan yang oleh tim peneliti dianggap menyerupai sosok demon atau makhluk mitologi.
Struktur bunganya bahkan memiliki semacam bagian berbentuk kubah dengan tiga tambahan ramping di atasnya.
Karena penampilan unik dan kebiasaannya hidup tersembunyi di lantai hutan, para peneliti sepakat memberikan nama Thismia daemona.
Devil Flower Thailand Tidak Membutuhkan Cahaya untuk Fotosintesis
Bagian paling aneh dari devil flower Thailand adalah cara tanaman tersebut memperoleh nutrisi.
Tumbuhan hijau umumnya mempunyai klorofil yang memungkinkan mereka melakukan fotosintesis. Energi cahaya matahari digunakan untuk membantu menghasilkan bahan organik yang diperlukan tanaman.
Namun Thismia daemona tidak mempunyai klorofil.
Artinya, tumbuhan ini tidak dapat melakukan fotosintesis dengan cara yang sama seperti tanaman hijau.
Sebagai gantinya, Thismia termasuk kelompok tumbuhan mycoheterotrophic. Tanaman tersebut memperoleh kebutuhan nutrisinya melalui hubungan dengan jaringan jamur yang berada di bawah tanah.
Kebergantungan tersebut membuat kehidupannya sangat berkaitan dengan kondisi ekosistem tanah dan komunitas jamur di habitatnya.
Sebagian Besar Hidupnya Tersembunyi
Berbeda dengan pohon atau tanaman berbunga yang mudah terlihat, Thismia daemona menjalani kehidupan yang sangat tersembunyi.
Sebagian besar struktur tanaman berada di sekitar tanah dan serasah daun.
Kemunculan bunganya menjadi salah satu kesempatan terbatas untuk melihat tanaman tersebut di permukaan.
Strategi kehidupan seperti ini menjelaskan mengapa spesies Thismia dapat sulit ditemukan meskipun berada di kawasan yang pernah dijelajahi manusia.
Tanaman berukuran kecil dapat bersembunyi di antara daun mati, akar, lumut, dan material organik lainnya di lantai hutan.
Tidak mengherankan apabila survei botani masih mampu menemukan spesies baru di kawasan Asia Tenggara.
Penemuan Ini Memperluas Wilayah Kelompok Geomitra
Penemuan devil flower Thailand juga penting untuk memahami persebaran evolusioner kelompok tumbuhan tersebut.
Thismia daemona ditempatkan dalam bagian Geomitra. Sebelum penemuan ini, kelompok tersebut diketahui dari wilayah seperti Semenanjung Malaysia, Borneo, dan Sumatra.
Keberadaan spesies baru di Thailand bagian barat memperluas wilayah persebaran kelompok itu lebih jauh ke utara.
Analisis ilmiah tidak hanya dilakukan berdasarkan bentuk bunga. Peneliti juga menggunakan bukti molekuler untuk menentukan hubungan evolusionernya.
Analisis menggunakan sejumlah penanda genetik nuklir dan mitokondria mendukung penempatan spesies tersebut dalam kelompok Geomitra.
Thailand Kini Memiliki 16 Spesies Thismia
Dengan ditemukannya Thismia daemona, jumlah spesies Thismia yang tercatat di Thailand menjadi 16 spesies.
Angka tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman tumbuhan unik di kawasan tersebut.
Asia Tenggara memang menjadi wilayah penting bagi berbagai tumbuhan tropis, termasuk spesies yang mempunyai hubungan sangat khusus dengan lingkungan hutan.
Namun keberadaan sebuah spesies tidak selalu berarti populasinya aman.
Dalam kasus devil flower Thailand, situasinya justru mengkhawatirkan.
Populasinya Diketahui Kurang dari 50 Individu
Para peneliti sejauh ini hanya mengetahui satu populasi Thismia daemona.
Jumlahnya diperkirakan kurang dari 50 individu, sementara wilayah tempat tumbuhan tersebut ditemukan bahkan lebih kecil daripada sebuah lapangan sepak bola.
Kondisi itu membuat spesies tersebut sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
Kerusakan kecil pada habitat dapat memberikan dampak besar apabila seluruh populasi yang diketahui hanya terkonsentrasi di satu lokasi.
Peneliti memberikan penilaian sementara Critically Endangered berdasarkan kriteria IUCN. Status tersebut menunjukkan tingginya risiko kepunahan apabila habitat dan populasinya tidak terlindungi dengan baik.
Habitatnya Berada di Kawasan yang Dikunjungi Wisatawan
Ada satu tantangan tambahan dalam melindungi devil flower Thailand.
Tanaman tersebut memang ditemukan di dalam taman nasional, sehingga habitatnya mempunyai perlindungan tertentu. Namun kawasan tersebut juga menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan.
Tanaman sekecil Thismia sangat mudah mengalami gangguan.
Orang yang berjalan keluar jalur bahkan dapat menginjak habitat mikro tanpa menyadari keberadaan tumbuhan langka di bawah serasah.
Karena itu, peneliti menekankan pentingnya konservasi yang melibatkan masyarakat serta pengelolaan aktivitas wisata secara berkelanjutan.
Jamur Bawah Tanah Menjadi Kunci Kehidupannya
Melindungi Thismia daemona tidak cukup hanya dengan menjaga bunga yang terlihat di permukaan.
Ekosistem bawah tanah juga harus dipertahankan.
Karena tumbuhan ini bergantung pada jaringan jamur, perubahan kondisi tanah dapat memengaruhi kemampuan tanaman mendapatkan nutrisi.
Hubungan tersebut memperlihatkan betapa rumitnya ekosistem hutan.
Satu bunga kecil dapat bergantung pada organisme mikroskopis dan jaringan jamur yang tersembunyi di bawah tanah.
Itulah sebabnya spesies seperti Thismia dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi ekosistem hutan yang relatif tidak terganggu.
Devil Flower Thailand Jadi Temuan Unik dari Asia
Penemuan devil flower Thailand memperlihatkan bahwa spesies baru tidak selalu ditemukan di tempat yang belum pernah dijelajahi manusia. Bahkan kawasan taman nasional dapat menyimpan organisme yang belum memiliki nama ilmiah resmi.
Thismia daemona semakin menarik karena hampir seluruh karakteristiknya berbeda dari gambaran umum mengenai tumbuhan. Warnanya nyaris hitam, bunganya mempunyai struktur menyerupai tanduk, tubuhnya tersembunyi di lantai hutan, dan tanaman tersebut tidak menggunakan fotosintesis untuk memperoleh energi.
Namun penampilan menyeramkan itu menyembunyikan kondisi yang rapuh. Dengan populasi yang diketahui kurang dari 50 individu, tumbuhan ini justru menjadi salah satu penghuni hutan yang membutuhkan perhatian besar.
Di lantai hutan pegunungan Thailand, devil flower Thailand menunjukkan bahwa alam Asia masih mempunyai banyak rahasia. Beberapa di antaranya bahkan dapat bersembunyi tepat di bawah tumpukan daun, menunggu waktu yang tepat untuk muncul ke permukaan.