Bejana Romawi Berkepala Ular Ditemukan di Spanyol, Ungkap Jejak Kultus Misterius Berusia 2.000 Tahun
0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Bejana Romawi berkepala ular yang ditemukan di sebuah vila kuno di Spanyol memberikan petunjuk baru tentang kehidupan spiritual masyarakat sekitar dua ribu tahun lalu.

Artefak tersebut ditemukan dalam bentuk sejumlah pecahan keramik di Roman villa of Collet, sebuah situs yang berada di atas Teluk Palamós, wilayah timur laut Spanyol.

Setelah diteliti, pecahan tersebut ternyata berasal dari sebuah bejana besar dengan diameter sekitar 23 sentimeter.

Namun bagian yang paling menarik bukan ukurannya.

Bejana itu mempunyai pegangan horizontal yang dibentuk menyerupai dua ular dengan kepala pada kedua ujungnya.

Dekorasi tersebut membuat para peneliti menduga benda ini bukan peralatan rumah tangga biasa.

Bejana Romawi Berkepala Ular Bukan Wadah Biasa

Peneliti dari University of Girona mempelajari bentuk dan dekorasi pecahan tersebut.

Pada bagian tubuh ular terdapat ukiran setengah lingkaran yang dibuat menyerupai sisik.

Motif lingkaran juga ditemukan pada bagian tepi bejana.

Kombinasi dekorasi tersebut menunjukkan bahwa pembuatnya kemungkinan memberikan perhatian khusus terhadap makna visual benda tersebut.

Berdasarkan bentuk dan simbolismenya, peneliti menghubungkan artefak itu dengan Sabazios, dewa kuno yang pemujaannya berasal dari Thrace dan Phrygia.

Siapa Sabazios?

Sabazios merupakan dewa yang dikenal dalam dunia kuno dan mempunyai hubungan dengan tradisi keagamaan dari kawasan yang mencakup sebagian wilayah Balkan dan Turki modern.

Ketika jaringan perdagangan, migrasi dan kekuasaan Romawi berkembang, berbagai kepercayaan dari wilayah timur ikut menyebar ke bagian lain Kekaisaran Romawi.

Pemujaan terhadap dewa dari luar tradisi Romawi bukan sesuatu yang sepenuhnya asing.

Masyarakat Romawi mengenal berbagai kultus yang berasal dari Mesir, Anatolia, Persia dan kawasan Mediterania lainnya.

Temuan di Collet menunjukkan bahwa pengaruh semacam itu mungkin mencapai lingkungan yang jauh dari pusat kota besar.

Simbol Ular Menjadi Petunjuk Penting

Hubungan bejana Romawi berkepala ular dengan Sabazios terutama terlihat dari simbol yang digunakan.

Ular merupakan salah satu motif yang berulang dalam ikonografi yang dikaitkan dengan kultus Sabazios.

Dalam sejumlah benda ritual dari dunia Romawi, simbol ular dapat muncul bersama berbagai elemen religius lainnya.

Karena itu, keberadaan pegangan berbentuk ular berkepala dua pada bejana Collet dianggap signifikan.

Terlebih lagi, dekorasinya tampak terlalu khusus apabila benda tersebut hanya dibuat sebagai wadah sehari-hari.

Ditemukan di Sebuah Vila Pedesaan

Lokasi penemuannya membuat artefak ini semakin menarik.

Benda tersebut tidak ditemukan di kuil monumental atau pusat kota besar.

Ia berasal dari sebuah vila Romawi.

Vila pada masa Romawi dapat menjadi pusat kehidupan pertanian sekaligus tempat tinggal bagi pemilik dan pekerjanya.

Jika interpretasi peneliti benar, keberadaan benda berkaitan dengan Sabazios menunjukkan bahwa praktik keagamaan pribadi dapat berlangsung di lingkungan domestik atau pedesaan.

Artinya, penyebaran sebuah kultus tidak selalu membutuhkan bangunan keagamaan besar.

Kepercayaan dapat bergerak bersama manusia dan hadir sampai ke ruang kehidupan sehari-hari.

Berasal dari Masa Awal Kekaisaran Romawi

Analisis peneliti menempatkan artefak tersebut pada periode pemerintahan Augustus, kaisar pertama Romawi.

Augustus berkuasa dari akhir abad pertama sebelum Masehi hingga awal abad pertama Masehi.

Periode tersebut merupakan masa transformasi besar.

Setelah puluhan tahun perang saudara, dunia Romawi memasuki fase pemerintahan kekaisaran.

Jaringan ekonomi dan budaya juga menghubungkan wilayah-wilayah yang sangat jauh.

Barang, manusia dan gagasan dapat bergerak melintasi Mediterania.

Temuan di Spanyol memberikan contoh bagaimana pertukaran tersebut mungkin ikut membawa praktik keagamaan dari bagian timur dunia kuno menuju wilayah barat.

Pecahannya Bisa Menceritakan Perjalanan Sebuah Kepercayaan

Secara fisik, benda yang ditemukan sebenarnya tidak utuh.

Para arkeolog hanya memiliki fragmen.

Namun dalam arkeologi, pecahan kecil dapat memberikan informasi besar ketika konteksnya masih dapat dipelajari.

Bentuk pegangan, dekorasi, ukuran dan lokasi penemuan semuanya dapat dibandingkan dengan artefak dari wilayah lain.

Dari situlah para peneliti mencoba merekonstruksi fungsi benda serta hubungan budayanya.

Sebuah pecahan keramik akhirnya dapat menjadi petunjuk mengenai bagaimana ide keagamaan berpindah ribuan kilometer.

Spanyol Romawi Lebih Terhubung dari yang Dibayangkan

Sekitar dua ribu tahun lalu, wilayah Spanyol merupakan bagian penting dari dunia Romawi.

Jalan, pelabuhan dan jalur perdagangan menghubungkannya dengan Italia, Afrika Utara dan kawasan Mediterania timur.

Temuan bejana Romawi berkepala ular menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak hanya membawa barang dagangan.

Simbol.

Ritual.

Kepercayaan.

Dan identitas budaya juga ikut bergerak.

Seseorang di sebuah vila di pesisir Spanyol tampaknya mengenal simbol yang akarnya berada jauh di sebelah timur Mediterania.

Kini orang tersebut sudah lama menghilang.

Vila tempatnya hidup telah berubah menjadi situs arkeologi.

Bejananya pecah menjadi fragmen.

Namun satu detail masih bertahan:

dua kepala ular pada sebuah pegangan keramik yang membantu arkeolog mengikuti perjalanan sebuah kepercayaan melintasi dunia Romawi sekitar 2.000 tahun kemudian.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %