Burung Langka Bertubuh “Setengah Jantan Setengah Betina” Ditemukan, Bahkan Berhasil Punya Anak
0 0
Read Time:2 Minute, 31 Second

Seekor burung bobolink dengan kondisi biologis sangat langka menarik perhatian ilmuwan setelah ditemukan memiliki karakteristik jantan dan betina pada sisi tubuh yang berbeda.

Fenomena tersebut dikenal sebagai bilateral gynandromorphism.

Burung unik itu ditemukan di kawasan Illinois, Amerika Serikat, dan kemudian diamati oleh para peneliti. Bagian tubuhnya memperlihatkan perbedaan warna bulu yang mencolok, seolah-olah dua penampilan burung berbeda digabungkan menjadi satu.

Namun kejutan terbesar bukan hanya penampilannya.

Burung tersebut ternyata mampu berperilaku seperti pejantan, mendapatkan pasangan dan bahkan berhasil menghasilkan keturunan.

Satu Tubuh dengan Dua Karakteristik Seks

Bobolink jantan dan betina mempunyai penampilan yang sangat berbeda ketika memasuki musim berkembang biak.

Pejantan umumnya mempunyai kombinasi bulu hitam, putih dan warna kekuningan yang mencolok.

Betina memiliki warna lebih menyerupai cokelat kekuningan dengan pola gelap.

Pada individu langka ini, perbedaan tersebut terlihat pada sisi tubuh yang berbeda.

Sebagian tubuh memperlihatkan karakteristik bulu pejantan, sementara bagian lainnya terlihat lebih menyerupai betina.

Kondisi seperti ini berbeda dari hewan interseks biasa karena pembagian karakteristiknya dapat terlihat secara bilateral—seakan tubuh mempunyai “garis pembatas” di tengah.

Fenomena Ini Sangat Langka

Bilateral gynandromorphism pernah ditemukan pada beberapa jenis hewan, terutama burung, kupu-kupu dan sejumlah arthropoda.

Namun kemunculannya sangat jarang.

Pada burung, kondisi tersebut berkaitan dengan proses pembentukan kromosom seks yang tidak biasa ketika perkembangan embrio dimulai.

Burung menggunakan sistem kromosom seks yang berbeda dari manusia.

Burung jantan biasanya memiliki kromosom ZZ, sedangkan betina mempunyai ZW.

Kesalahan atau kejadian tidak biasa pada tahap awal pembentukan embrio dapat menghasilkan sel dengan karakteristik kromosom berbeda di dalam satu individu.

Perilakunya Justru Seperti Pejantan

Penampilan tubuhnya membuat ilmuwan penasaran dengan pertanyaan yang lebih besar.

Bagaimana burung tersebut akan berperilaku?

Pengamatan menunjukkan individu bobolink tersebut melakukan perilaku yang lebih menyerupai pejantan.

Ia mempertahankan wilayah, melakukan pertunjukan untuk menarik pasangan dan berhasil mendapatkan seekor betina.

Hal tersebut sangat menarik karena kondisi gynandromorph tidak otomatis menentukan bagaimana perilaku seekor hewan akan berkembang.

Berhasil Menjadi Ayah

Bagian paling mengejutkan muncul ketika peneliti menemukan bahwa burung tersebut tidak hanya memperoleh pasangan.

Pasangannya membuat sarang dan menghasilkan anak.

Analisis genetik kemudian memberikan bukti bahwa burung gynandromorph tersebut memang menjadi induk biologis jantan dari anak-anak tersebut.

Artinya, meskipun tubuhnya memperlihatkan karakteristik jantan dan betina, sistem reproduksi jantannya tetap berfungsi.

Temuan tersebut menjadi sangat penting karena memberikan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk memahami bagaimana kromosom, hormon, otak dan organ reproduksi berinteraksi menentukan karakteristik seksual pada burung.

Alam Tidak Selalu Sesederhana yang Terlihat

Dari luar, burung ini sudah terlihat luar biasa.

Satu sisi tubuhnya memberikan petunjuk karakteristik pejantan sementara sisi lainnya menyerupai betina.

Namun penelitian menunjukkan bahwa cerita biologis di balik tubuh tersebut jauh lebih kompleks daripada warna bulunya.

Fenomena gynandromorphism menjadi contoh bagaimana proses perkembangan embrio dapat menghasilkan kombinasi karakteristik yang sangat jarang ditemukan di alam.

Dan individu bobolink ini memberikan kejutan tambahan.

Bukan hanya mampu hidup normal, burung tersebut dapat mempertahankan wilayah, menarik pasangan dan meneruskan gennya kepada generasi berikutnya.

Seekor burung dengan tubuh yang terlihat seperti terbagi menjadi dua karakteristik biologis berbeda ternyata berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya sulit dipastikan oleh ilmuwan: berkembang biak dan memiliki keturunan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %