Amerika Siapkan “Mata Baru” di Luar Angkasa, Teleskop Roman Bakal Mengamati Langit 100 Kali Lebih Luas dari Hubble
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Amerika Serikat bersiap memasuki babak baru eksplorasi antariksa melalui Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA. Observatorium generasi baru tersebut dirancang untuk melihat alam semesta dengan detail setara Hubble, tetapi memiliki bidang pandang sekitar 100 kali lebih luas.

Teleskop Roman dijadwalkan menuju tahap peluncuran pada 30 Agustus 2026 menggunakan roket Falcon Heavy dari Kennedy Space Center, Florida. Misi ini dipersiapkan untuk membantu ilmuwan menyelidiki sejumlah misteri terbesar alam semesta.

Satu Foto Bisa Mencakup Langit Jauh Lebih Luas

Salah satu kemampuan utama Roman adalah Wide Field Instrument. Dengan bidang pandang yang sangat besar, teleskop dapat melakukan survei kosmik dalam skala yang sulit dilakukan Hubble.

Hubble terkenal karena menghasilkan pengamatan objek luar angkasa dengan detail tinggi. Roman membawa kemampuan resolusi serupa ke area langit yang jauh lebih luas.

Kemampuan tersebut memungkinkan astronom mengumpulkan data dalam jumlah sangat besar mengenai galaksi, bintang dan berbagai objek kosmik lainnya.

Memburu Planet yang Belum Pernah Ditemukan

Roman juga akan digunakan untuk mencari planet di luar Tata Surya.

Teknik gravitational microlensing memungkinkan teleskop mendeteksi perubahan cahaya ketika gravitasi suatu objek membelokkan cahaya dari bintang yang berada lebih jauh.

Metode tersebut berpotensi menemukan berbagai jenis eksoplanet, termasuk planet dengan massa rendah dan planet yang mengembara di ruang antarbintang tanpa mengorbit sebuah bintang.

Roman diperkirakan dapat membantu menemukan ratusan ribu eksoplanet melalui berbagai metode pengamatan selama misinya.

Misteri Dark Matter dan Dark Energy Diburu

Target Roman tidak berhenti pada planet.

Para astronom juga ingin memanfaatkannya untuk mempelajari dark matter atau materi gelap serta dark energy yang berkaitan dengan percepatan ekspansi alam semesta.

Materi gelap tidak dapat diamati secara langsung seperti bintang. Keberadaannya diketahui melalui pengaruh gravitasi terhadap objek lain.

Dengan memetakan miliaran objek kosmik dan mempelajari bagaimana cahaya mengalami pembelokan gravitasi, Roman diharapkan memberikan data baru mengenai distribusi materi gelap dalam skala kosmik.

Generasi Baru Teleskop Antariksa Amerika

Roman tidak dirancang untuk menggantikan Hubble ataupun James Webb Space Telescope. Ketiganya memiliki kemampuan yang dapat saling melengkapi.

Jika James Webb mampu mempelajari target tertentu secara sangat mendalam, Roman dirancang untuk melakukan survei langit dalam cakupan sangat luas.

Perpaduan kemampuan tersebut berpotensi memberikan astronom gambaran alam semesta yang jauh lebih lengkap.

Setelah puluhan tahun manusia menikmati foto luar angkasa dari Hubble, Amerika kini bersiap mengirim “mata baru” yang dapat memandang wilayah langit jauh lebih luas sekaligus memburu planet dan misteri kosmos yang selama ini tersembunyi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %