Dikira Batu, Penyelam Malah Temukan Kapal Romawi 2.000 Tahun di Dasar Laut Italia
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Sisilia, Italia – Penyelaman Giacomo De Mola berubah menjadi penemuan arkeologi besar ketika objek di dasar laut yang awalnya menarik perhatiannya ternyata merupakan bagian dari bangkai kapal Romawi kuno.

Kapal ditemukan di perairan sekitar Mazara del Vallo, Sisilia, pada kedalaman kurang lebih 150 kaki atau 46 meter. Analisis awal menempatkan kapal tersebut sekitar abad pertama hingga kedua sebelum Masehi.

Panjang Kapalnya Sekitar 21 Meter

Ini bukan perahu kecil.

Bangkai kapal diperkirakan memiliki panjang sekitar 69 kaki atau 21 meter dan lebar sekitar enam meter.

Ukuran tersebut menunjukkan kapal digunakan sebagai kapal dagang yang membawa muatan melintasi jalur perdagangan Mediterania.

Ratusan Guci Masih Berada di Dasar Laut

Bagian paling spektakuler terdapat pada muatannya.

Arkeolog menemukan ratusan amphora yang tersebar dan bertumpuk di lokasi kapal. Pada beberapa bagian, tumpukan wadah kuno tersebut dilaporkan mencapai hampir dua meter.

Amphora merupakan wadah keramik yang sangat penting dalam perdagangan dunia Romawi.

Benda tersebut digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas, terutama anggur, minyak dan produk lainnya.

Ada Amphora dari Berbagai Wilayah

Para peneliti mengidentifikasi beberapa tipe amphora di lokasi.

Sebagian merupakan Dressel 1A dan Lamboglia 2, tipe yang berkaitan erat dengan perdagangan anggur di Mediterania kuno. Ada pula contoh Neo-Punic yang dapat memberikan petunjuk mengenai jaringan perdagangan dengan Afrika Utara.

Gambaran sederhananya:

PELABUHAN → AMPHORA DIISI → DIMUAT KE KAPAL → MENYEBERANG MEDITERANIA → KAPAL TENGGELAM

Lokasinya Sekarang Dilindungi

Setelah penemuan dilaporkan, otoritas Italia bergerak mengamankan situs.

Superintendency of the Sea wilayah Sisilia dan unit Carabinieri yang menangani perlindungan warisan budaya terlibat dalam penelitian serta pengamanan lokasi.

Langkah tersebut penting karena artefak bawah laut rentan terhadap penjarahan.

Seperti Gudang Romawi yang Membeku 2.000 Tahun

Bagi arkeolog, muatan kapal mempunyai nilai luar biasa.

Jika posisi amphora masih relatif mendekati susunan ketika kapal tenggelam, ilmuwan dapat mempelajari bagaimana barang ditata, kapasitas kapal hingga hubungan perdagangan antarwilayah.

Bahkan asal pembuatan sebuah amphora dapat membantu merekonstruksi rute pelayaran.

ITALIA ↔ PULAU MEDITERANIA ↔ AFRIKA UTARA ↔ PELABUHAN ROMAWI

Dengan demikian, bangkai kapal berfungsi seperti kapsul waktu ekonomi kuno.

Kapalnya Belum Akan Diangkat Seluruhnya

Tidak ada rencana langsung untuk mengangkat seluruh kapal dari dasar laut.

Sebagian artefak dapat diambil untuk penelitian, tetapi mempertahankan situs in situ sering menjadi pilihan penting dalam arkeologi bawah laut.

Bahkan ada kemungkinan kawasan tersebut suatu hari dapat dikembangkan sebagai situs arkeologi bawah air yang dapat dipelajari lebih lanjut.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah bagaimana semuanya bermula.

Seorang penyelam turun untuk memeriksa sesuatu di dasar laut. “Batu” yang membuatnya penasaran ternyata membawa manusia kembali ke jalur perdagangan Romawi lebih dari dua milenium lalu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %