Lebih Tua dari Stonehenge, “Observatorium” 6.500 Tahun Ditemukan di Republik Ceko
0 0
Read Time:2 Minute, 17 Second

Chleby, Republik Ceko – Penemuan situs prasejarah berusia 6.500 tahun di Ceko membuka gambaran baru mengenai kemampuan masyarakat Eropa ribuan tahun sebelum pembangunan Stonehenge.

Kompleks berbentuk lingkaran tersebut ditemukan dekat Desa Chleby dan berasal dari periode Neolitikum. Penelitian terbaru menunjukkan struktur itu bukan sekadar tempat berkumpul. Orientasi sejumlah pintu masuknya diduga mempunyai hubungan dengan posisi Matahari dan Bulan.

Usianya Sekitar 6.500 Tahun

Situs tersebut diperkirakan dibangun sekitar milenium kelima sebelum Masehi.

Dengan usia sekitar 6.500 tahun, kompleks Chleby mendahului fase awal pembangunan Stonehenge di Inggris lebih dari satu milenium.

Temuan tersebut penting karena memperlihatkan bahwa masyarakat petani Neolitikum di Eropa Tengah telah mampu membangun kompleks monumental jauh sebelum berbagai monumen batu terkenal muncul.

Pintu Masuk Mengarah ke Matahari dan Bulan

Bagian paling menarik muncul ketika para peneliti mempelajari orientasi bangunan.

Sejumlah akses menuju kompleks tampaknya ditempatkan berdasarkan fenomena astronomi tertentu.

Posisinya mempunyai hubungan dengan terbit dan terbenamnya Matahari serta pergerakan Bulan pada waktu-waktu tertentu sepanjang tahun.

Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa situs mempunyai fungsi yang berkaitan dengan pengamatan langit, kalender, ritual, atau kombinasi beberapa fungsi sekaligus.

Bukan Teleskop seperti Observatorium Modern

Istilah observatorium dalam konteks ini tentu tidak berarti masyarakat 6.500 tahun lalu mempunyai teleskop.

Mereka dapat menggunakan posisi struktur, horizon dan pergerakan benda langit sebagai penanda.

Matahari terbit dan terbenam pada posisi berbeda sepanjang tahun. Dengan mengamati pola tersebut secara konsisten, masyarakat kuno dapat mengenali pergantian musim.

Pengetahuan seperti ini sangat berguna bagi masyarakat pertanian.

Dibangun dengan Perencanaan Besar

Kompleks tersebut termasuk jenis struktur Neolitikum yang sering disebut rondel.

Bangunan semacam ini biasanya terdiri atas parit melingkar dan struktur kayu dengan beberapa pintu masuk.

Pembangunannya membutuhkan tenaga manusia dalam jumlah besar.

Masyarakat harus menentukan bentuk lingkaran, menggali parit, mengangkut material serta mengatur posisi pintu secara terencana.

Semua itu dilakukan tanpa alat berat ataupun teknologi survei modern.

Langit Mungkin Menjadi Kalender Mereka

Bagi masyarakat pertanian awal, mengetahui musim mempunyai arti sangat penting.

Perubahan posisi Matahari dapat membantu memperkirakan waktu menanam dan memanen.

Sementara siklus Bulan dapat menjadi sistem alami untuk menghitung periode waktu.

Karena itu, bangunan monumental yang mempunyai orientasi astronomis mungkin memiliki fungsi praktis sekaligus simbolis.

Namun, peneliti masih harus berhati-hati karena tidak semua keselarasan astronomi otomatis membuktikan sebuah struktur digunakan sebagai observatorium.

Eropa Sebelum Stonehenge Ternyata Sudah Kompleks

Stonehenge menjadi ikon astronomi prasejarah karena orientasinya terhadap Matahari.

Namun, penemuan di Republik Ceko memperlihatkan bahwa tradisi membangun kompleks monumental dengan kemungkinan hubungan terhadap langit sudah muncul jauh lebih awal di Eropa Tengah.

Situs Chleby memberikan gambaran masyarakat Neolitikum yang mampu merencanakan konstruksi besar, bekerja secara kolektif dan memperhatikan pola alam di sekeliling mereka.

Lebih dari 6.500 tahun kemudian, susunan parit dan pintu yang mereka tinggalkan kini membantu arkeolog memahami bagaimana manusia Eropa awal memandang waktu, musim dan langit.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %