AS Buka Rencana Tambang Dasar Laut Pasifik, Mineral Kritis di Kedalaman Samudra Jadi Rebutan Baru
Amerika Serikat mulai mengarahkan perhatian ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau: dasar Samudra Pasifik. Pemerintah AS berencana menawarkan hak pertambangan laut dalam di sekitar Kepulauan Mariana Utara sebagai bagian dari strategi meningkatkan pasokan mineral kritis.
Mineral tersebut dibutuhkan berbagai industri modern, mulai dari teknologi energi hingga manufaktur berteknologi tinggi. Langkah ini sekaligus mencerminkan upaya Washington mengurangi ketergantungan terhadap sumber mineral dari luar negeri.
Enam Mineral Jadi Perhatian
Kajian yang dirujuk dalam laporan terbaru menyebut AS sepenuhnya bergantung pada impor untuk enam mineral kritis yang juga ditemukan di wilayah laut Amerika, yaitu gallium, mangan, niobium, scandium, titanium, dan yttrium.
Mineral-mineral tersebut memiliki beragam penggunaan strategis dalam teknologi, logam khusus, elektronik, dan industri maju.
Lokasinya Dekat Mariana Utara
Rencana terbaru mengarah pada wilayah laut di sekitar Northern Mariana Islands di Pasifik. Pemerintah berencana bergerak menuju pelelangan hak pertambangan di kawasan tersebut pada tahun ini.
Berbeda dari tambang konvensional, sumber daya yang diburu berada jauh di bawah permukaan laut sehingga membutuhkan kapal, robot bawah air, serta teknologi ekstraksi khusus.
Dasar Laut Menyimpan Banyak Mineral
Potensinya ternyata sangat besar. Analisis Congressional Research Service yang dikutip laporan terbaru memperkirakan 43 dari 60 mineral dalam daftar mineral kritis USGS 2025 terdapat di Outer Continental Shelf Amerika Serikat.
Namun keberadaan mineral tidak otomatis berarti semuanya dapat ditambang secara ekonomis. Kedalaman, konsentrasi deposit, teknologi, dan biaya operasi tetap menjadi faktor penentu.
Amerika Belum Pernah Terbitkan Izin Sejenis
Meski potensinya besar, Bureau of Ocean Energy Management dilaporkan belum pernah menerbitkan satu pun lease mineral kritis di Outer Continental Shelf hingga laporan tersebut diterbitkan.
Karena itu, langkah menuju eksploitasi mineral dasar laut dapat menjadi babak baru bagi industri pertambangan Amerika.
Ada Kekhawatiran Lingkungan
Pertambangan laut dalam juga kontroversial. Dasar samudra merupakan habitat berbagai organisme, termasuk spesies yang masih sedikit dipahami manusia.
Aktivitas pengerukan berpotensi mengganggu sedimen dan habitat dasar laut. Karena pengetahuan mengenai pemulihan ekosistem laut dalam masih terbatas, dampak ekologis jangka panjang menjadi salah satu persoalan utama dalam perdebatan mengenai industri ini.
Laut Dalam Jadi Arena Strategis Baru
Rencana tambang dasar laut Amerika Serikat memperlihatkan bagaimana perlombaan mineral kritis mulai bergerak dari daratan menuju samudra.
Jika proyek tersebut benar-benar memasuki tahap produksi, tantangan berikutnya bukan sekadar bagaimana mengambil mineral dari kedalaman laut, tetapi bagaimana menyeimbangkan kebutuhan industri dengan perlindungan ekosistem yang sebagian besar bahkan belum sepenuhnya dipetakan manusia.